x

Slamet Junaidi dan Perjalanan Menuju Sampang Hebat

waktu baca 4 menit
Kamis, 18 Sep 2025 08:59 360 Kamura

KAMURA.id – Di tepi pantai Sampang, di mana ombak Madura bertemu pasir putih dan angin membawa cerita kuno, seorang pendekar bangkit untuk memimpin. H. Slamet Junaidi, S.IP., atau yang akrab disapa Aba Idi, bukanlah pemimpin biasa.

Lahir dari tanah garam dan perjuangan, ia adalah simbol ketangguhan Madura yang kini merajut visi “Sampang Hebat Bermartabat.” Dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto untuk periode keduanya, Slamet Junaidi membawa perjalanan panjang dari dunia bisnis hingga panggung nasional, dengan hati yang selalu tertambat pada rakyatnya.

 

Akar di Tanah Madura: Lahir untuk Berjuang

Bayangkan seorang anak lahir pada 17 Agustus 1972 di Sampang, kabupaten yang dikenal dengan ketangguhannya. Slamet Junaidi tumbuh di tengah masyarakat nelayan dan petani, di mana nilai-nilai gotong royong dan ketabahan menjadi makanan sehari-hari. 

Sebagai ayah dari empat anak, ia mewarisi semangat perjuangan yang kental, yang membentuk dirinya menjadi pengusaha sukses sebelum terjun ke politik. Pendidikannya dimulai dari Paket C Tunas Harapan, setara SMA, sebelum melanjutkan ke Sarjana Ilmu Pemerintahan di STISIP Syamsul Ulum, Sukabumi. Di sini, ia belajar bukan hanya teori, tapi juga seni memimpin dengan hati.

Sebagai pendekar silat, Slamet bukan sekadar pejabat; ia adalah pelestari budaya Madura yang mendalam. Seni bela diri ini, dengan gerakannya yang lincah dan penuh makna, mencerminkan filosofi hidupnya: menghadapi tantangan dengan kekuatan batin. 

“Saya belajar dari silat bahwa kemenangan sejati adalah melindungi yang lemah,” katanya suatu kali, mengenang pelajaran dari guru-gurunya di Sampang.

 

Dari Pengusaha ke Parlemen: Langkah Awal Perjuangan

Perjalanan Slamet dimulai di dunia bisnis. Sebagai Direktur PT Slamet Mandiri selama bertahun-tahun, ia membangun jaringan ekonomi lokal, mendukung UMKM di tengah fluktuasi harga garam dan hasil laut. 

Pengalaman ini menjadi modal berharga ketika ia memasuki dunia politik pada 2014, terpilih sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, mewakili Jawa Timur. Di Senayan, ia memperjuangkan isu-isu daerah, dari infrastruktur hingga pengentasan kemiskinan, dengan suara yang lantang untuk Madura.

Kembali ke tanah kelahiran, Slamet terpilih sebagai Bupati Sampang pada 2019-2024, bersama Wakil Bupati Abdullah Hidayat. Periode pertama ini adalah ujian api: Sampang, dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, membutuhkan tangan yang tegas namun peduli. 

Ia memajukan infrastruktur jalan dan pelabuhan, sambil memperkuat pendidikan dan kesehatan gratis. Kemenangan di Pilkada 2024, untuk periode 2025-2030 bersama Wakil Bupati Ahmad Mahfudz, adalah pengakuan atas dedikasinya. “Saya kembali bukan untuk kekuasaan, tapi untuk menyelesaikan mimpi rakyat,” ujarnya saat pelantikan.

 

Visi yang Mengalir: Sampang Hebat Bermartabat

Visi Slamet Junaidi adalah sungai yang mengalir deras, membawa kesegaran ke setiap sudut Sampang. “Sampang Hebat Bermartabat” bukan sekadar slogan; ia adalah janji empat misi: meningkatkan SDM melalui pendidikan dan kesehatan gratis, mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal seperti pertanian dan pariwisata, memperkuat infrastruktur untuk mengurangi kesenjangan, serta membangun pemerintahan bersih dan transparan. Di bawah kepemimpinannya, pencegahan korupsi menjadi prioritas, selaras dengan program nasional.

Prestasinya terlihat dalam sinergi dengan kebijakan pusat. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ia resmikan di Desa Kotah pada September 2025 adalah bukti komitmennya terhadap kesejahteraan anak-anak. Ia juga mendorong ekonomi kreatif melalui festival seperti Karang Taruna Expo dan Tambelangan Fashion Carnival, memberi panggung bagi pemuda Sampang untuk bersinar.

 

Langkah Terkini: Di Tengah Gelombang Perubahan

Pada September 2025, Slamet Junaidi tetap aktif di lapangan, menunjukkan gaya kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. Ia menghadiri audiensi dengan KPK untuk memperkuat pencegahan korupsi melalui Monitoring Center for Prevention (MCSP) dan Sistem Pengendalian Intern (SPI), menegaskan bahwa integritas adalah pondasi pemerintahannya. Beberapa hari kemudian, ia melepas Khafilah MTQ Kabupaten Sampang ke tingkat provinsi, mendukung pelestarian nilai keagamaan.

Festival Daul Combo se-Madura dan Konferensi PGRI menjadi panggungnya untuk membangkitkan semangat pemuda dan pendidik. “Pemuda adalah pendekar masa depan,” katanya saat membuka expo tersebut, mengajak generasi muda terlibat dalam pembangunan. Di balik kesibukannya, Slamet tetap menjaga keseimbangan, dari kegiatan keagamaan hingga dukungan UMKM, memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

 

Tantangan dan Harapan: Pendekar yang Tak Pernah Lelah

Perjalanan Slamet Junaidi tidak lepas dari badai. Sampang, sebagai salah satu kabupaten termiskin di Madura, menghadapi tantangan kemiskinan dan infrastruktur yang tertinggal. Namun, dengan pengalaman bisnisnya, ia membawa pendekatan praktis: kolaborasi dengan swasta untuk investasi, sambil menjaga transparansi harta kekayaannya yang diawasi KPK.

Di mata rakyat, Slamet adalah pendekar yang melindungi. “Beliau tahu susahnya kami, dari nelayan hingga petani,” ujar seorang warga di pasar Sampang. Harapan mereka besar: jalan yang mulus, sekolah yang layak, dan ekonomi yang hidup. Slamet merespons dengan aksi, seperti janji mendukung inisiatif pemuda di festival budaya.

Seperti silat yang ia kuasai, perjalanan Slamet Junaidi adalah tarian harmonis antara kekuatan dan kelembutan. Dari pengusaha menjadi bupati, dari parlemen ke desa-desa terpencil, ia merajut Sampang menjadi kabupaten yang hebat dan bermartabat. Di bawah langit Madura yang cerah, pendekar ini terus berjuang, membawa harapan bagi generasi mendatang. Sampang bukan lagi sekadar nama di peta; di tangan Slamet Junaidi, ia adalah cerita tentang ketangguhan, kemajuan, dan martabat yang abadi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x