x

Pemkab Pamekasan Perkuat Identitas Daerah, Pemilihan Kacong-Cebbhing dan Putra-Putri Batik Kembali Digelar

waktu baca 4 menit
Sabtu, 20 Jun 2026 20:41 18 Kamura

Kacong-Cebbhing Pamekasan 2024

KAMURA.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan kembali menunjukkan orientasinya dalam menguatkan identitas daerah melalui jalur promosi budaya dan pariwisata. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menghidupkan kembali pemilihan duta daerah yang mencakup ajang Kacong Cebbhing serta Putra Putri Batik Pamekasan.

Program yang digelar melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan itu tidak sekadar menjadi ajang pencarian figur muda berbakat. Sebagaimana dituturkan oleh Kabid Pariwisata Disporapar Pamekasan Moh. Zahrie, melalui upaya ini pemerintah daerah hendak menyiapkan generasi muda yang nantinya menjadi representasi resmi daerah dalam memperkenalkan kekayaan budaya, pariwisata, serta batik sebagai salah satu identitas khas Kabupaten Pamekasan.

Pendaftaran peserta telah dibuka sejak Senin (15/6/2026) dan akan berlangsung hingga Rabu (24/6/2026). Setelah tahapan pendaftaran selesai, peserta akan mengikuti serangkaian seleksi yang dijadwalkan berlangsung hingga malam grand final pada Juli mendatang.

Zahrie juga menjelaskan, penyelenggaraan pemilihan duta daerah tahun ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperbarui figur-figur yang selama ini menjadi wajah Kabupaten Pamekasan dalam berbagai agenda promosi.

Menurutnya, keberadaan duta daerah memiliki peran penting karena mereka akan menjadi ujung tombak dalam mengenalkan berbagai potensi yang dimiliki Pamekasan, baik di tingkat regional maupun nasional.

“Iya ini nanti bisa diikutkan kembali ke kontes selanjutnya seperti Raka Raki kalau tingkat provinsi dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ia menuturkan, peserta yang dapat mengikuti seleksi harus berdomisili di Kabupaten Pamekasan dengan rentang usia antara 16 hingga 23 tahun. Selain itu, panitia juga menetapkan persyaratan tinggi badan minimal bagi peserta.

Untuk kategori putra, peserta harus memiliki tinggi badan minimal 170 sentimeter. Sementara untuk kategori putri, tinggi badan minimal ditetapkan 160 sentimeter dengan berat badan yang proporsional.

Antusiasme masyarakat untuk mengikuti ajang tersebut terbilang cukup tinggi. Hingga Jumat terakhir, jumlah pendaftar telah mencapai 50 orang yang terdiri dari 20 peserta putra dan 30 peserta putri.

Menurut Zahrie, seluruh peserta tersebut akan mengikuti proses seleksi secara terpadu karena pemilihan Kacong Cebbhing dan Putra Putri Batik tahun ini digelar dalam satu rangkaian kegiatan.

“Terdata hingga Jumat kemarin ini sudah ada 50 pendaftar, 20 putra dan 30 putri. Iya peserta disatukan antara Kacong Cebbhing dan Putra Putri Batik,” jelasnya.

Pemkab Pamekasan mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Dana itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pamekasan.

Penyelenggaraan kembali ajang tersebut juga menandai upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali sejumlah program promosi budaya yang sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir. Pemilihan Kacong Cebbhing terakhir kali dilaksanakan pada 2024, sedangkan ajang Putra Putri Batik Pamekasan terakhir digelar pada 2020.

Dengan kembali diselenggarakannya kedua ajang tersebut, pemerintah berharap lahir figur-figur muda yang tidak hanya memiliki penampilan menarik, tetapi juga memahami karakter, sejarah, budaya, dan potensi daerah yang mereka wakili.

Bagi Pemkab Pamekasan, penguatan identitas daerah menjadi aspek yang semakin penting di tengah persaingan antarwilayah dalam menarik perhatian publik maupun wisatawan. Karena itu, promosi daerah tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur dan penyelenggaraan event, tetapi juga melalui kehadiran sumber daya manusia yang mampu menjadi duta budaya secara langsung.

Batik Pamekasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu produk budaya unggulan daerah menjadi salah satu fokus utama yang akan diperkenalkan para duta terpilih. Selain itu, berbagai destinasi wisata dan kekayaan budaya lokal juga diharapkan dapat semakin dikenal melalui peran mereka.

Zahrie menegaskan bahwa tanggung jawab para pemenang tidak berhenti ketika proses pemilihan selesai. Justru setelah dinobatkan sebagai duta daerah, mereka akan menghadapi tugas yang lebih besar untuk membawa nama Pamekasan dalam berbagai kegiatan promosi.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan daerah. Dengan lahirnya duta-duta baru, Pemkab Pamekasan berharap identitas daerah dapat semakin kuat dan dikenal luas, sekaligus menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan potensi wisata dan batik Pamekasan kepada masyarakat yang lebih luas.

“Karena setelah terpilih nanti itu tugasnya benar-benar berat, kalau sekarang ini belum ada apa-apanya,” pungkasnya. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x