x

Pemprov Jatim dan Pangdam Brawijaya Dukung Terbentuknya KEK Tembakau Madura

waktu baca 4 menit
Rabu, 12 Nov 2025 10:12 168 Kamura

KAMURA.id — Gagasan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menilai penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura yang digagas Komunitas Muda Madura (KAMURA) sebagai langkah luar biasa untuk mendorong kemajuan ekonomi daerah.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Iwan, saat mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Seminar dan FGD bertema “Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura” di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (11/11/2025). Dalam sambutannya, Iwan menegaskan pentingnya percepatan pembentukan KEK Tembakau Madura yang diharapkan dapat mewadahi aspirasi para petani.

“Mudah-mudahan ini dengan gagasan yang luar biasa mari kita sama-sama dengan naskah akademik yang sudah ada saya kira itu sudah jelas bahwa itu segera terbentuk terkait dengan Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau ini,” ujarnya.

Menurut Iwan, pengembangan sentra industri hasil tembakau di Madura merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur industri komoditas tembakau dan meningkatkan perekonomian daerah. “Terutama memperkuat struktur industri komoditas tembakau melalui konsentrasi kegiatan industri,” katanya. Ia juga optimistis keberadaan KEK Tembakau akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal serta menarik investasi di berbagai sektor pendukung.

“Selain memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi lokal, terhadap pengembangan KEK ini juga berpotensi menjadi daya tarik tentunya bagi para pelaku usaha tumbuhnya berbagai sektor pendukung,” tambahnya.

Pemprov Jawa Timur, lanjut Iwan, berkomitmen penuh mendukung dan mengawal penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura yang dilakukan oleh KAMURA. “Tentunya dari Pemprov Jawa Timur kami mendukung terkait pembentukan naskah akademik. Kalau misalkan data-datanya perlu kami support, apa yang perlu kami sharing, kami siap untuk berbagi sehingga KEK Tembakau ini bisa mewarnai di Jatim,” tegasnya.

Ia menutup sambutannya dengan penegasan dukungan sinergi lintas pihak. “Kami siap membantu bekerjasama bersinergi untuk mengawal bagaimana terkait KEK ini karena sangat luar biasa dampaknya bagi masyarakat di Madura khususnya,” pungkasnya.

Dukungan terhadap KEK Tembakau Madura juga datang dari Pangdam Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin. Dalam forum yang sama, Rudy menilai pembentukan KEK Tembakau sebagai langkah pemberdayaan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat. Ia menyoroti besarnya kontribusi sektor cukai tembakau terhadap pendapatan negara.

“Kita ketahui bersama, tembakau dan produksi rokok di Jawa Timur, khususnya di pulau madura itu sangat luar biasa. Kalau kita melihat bagaimana penerimaan negara bidang pajak tahun lalu, kalau saya tidak salah sekitar Rp230 triliun dari CHT. Itu mungkin sekitar 60 persen itu dari Jawa Timur. Kalau saya tidak salah itu sekitar Rp127 triliun dari Jatim,” ujarnya.

Namun, Rudy juga mempertanyakan apakah kontribusi besar tersebut telah sebanding dengan kesejahteraan yang diterima para petani tembakau dan produsen rokok berskala kecil. “Keliatannya besar, tapi kalau kita tarik benang merahnya ke belakang bagaimana sih kontribusi kembalinya ke masyarakat khususnya petani tembakau dengan para produsen-produsen rokok yang middle low, apakah seimbang dengan apa yang sudah dikonstribusikan beliau-beliau kepada negara selama ini?” lanjutnya.

Rudy menegaskan bahwa pembentukan KEK Tembakau Madura harus berlandaskan pada UU Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus, namun dengan penyesuaian yang kontekstual. “Kalau kita menyerap 100 persen isi dari UU itu kalau menurut saya pribadi ya, mungkin analisa saya keliru, agak kurang pas. Karena itu lebih banyak kita bicara ekspor impor, kita bicara relaksasi yang sifatnya dari pusat kebijakannya. Kalau menurut saya kita perlu diskusikan aturan-aturan main khusus yang memang benar-benar khusus,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa KEK Tembakau Madura harus memiliki kekhususan tersendiri agar sesuai dengan karakter lokal. “Jadi kawasan ekonomi khusus di Madura ini terkait tembakau benar-benar khusus. Tidak sama seperti KEK yang di Morotai, di Sabang, di Batam atau di Gresik atau Tanjung Lesung dan lain-lain yang lebih banyak mungkin orientasinya mengedepankan investor,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudy menilai Madura memiliki sumber daya yang cukup untuk menopang pengembangan KEK Tembakau. Yang dibutuhkan, menurutnya, hanyalah regulasi yang menjamin keamanan rantai produksi hasil tembakau dari hulu hingga hilir.

“Sumber daya kita cukup, lebih dari cukup. Baik sumber daya alam, sumber daya manusia termasuk juga permodalan. Semuanya kita bisa. Hanya bagaimana ada regulasi-regulasi yang menjamin keamanan dan kenyamanan rantai produksi. Kita ingin dari hulu ke hilir, mulai dari petani tembakau sampai dengan para produsen rokok itu bisa mendapatkan secara optimal. Mereka bisa bekerja dengan aman, nyaman sehingga kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura khususnya bisa meningkat,” ucapnya.

Dengan dukungan dari Pemprov Jawa Timur dan Pangdam Brawijaya, gagasan KEK Tembakau Madura kini semakin mendapat legitimasi kuat. Harapan besar pun mengalir agar kawasan ini kelak menjadi motor baru penggerak ekonomi Madura yang berkeadilan dan berkelanjutan. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x