x

Luas Tanam Padi Sumenep Tembus 36 Ribu Hektare di Tengah Tekanan Anggaran Daerah

waktu baca 3 menit
Jumat, 6 Mar 2026 16:45 76 Kamura

KAMURA.id – Realisasi penanaman padi di Kabupaten Sumenep sepanjang 2025 melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat. Pemerintah daerah mencatat luas tambah tanam (LTT) padi mencapai 36.580 hektare, atau jauh di atas target yang dibebankan kepada daerah sebesar 25.000 hektare.

Capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif bagi sektor pertanian di tengah situasi fiskal daerah yang pada tahun ini menghadapi tekanan akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja bersama antara petani, penyuluh pertanian, serta jajaran pemerintah daerah di berbagai kecamatan.

“Alhamdulillah, berkat semangat semua pihak, realisasi tanam padi dapat melampaui target hingga lebih dari 36 ribu hektare,” kata Chainur Rasyid, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, peningkatan luas tanam terjadi secara cukup merata di sejumlah wilayah, baik di kawasan daratan maupun kepulauan. Hal itu menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi salah satu kekuatan utama Kabupaten Sumenep dalam menopang ketahanan pangan daerah.

Chainur menilai potensi pengembangan tanaman pangan, khususnya padi, di Sumenep masih terbuka luas. Potensi tersebut didukung oleh ketersediaan lahan pertanian serta berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatannya.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembentukan brigade pangan di sejumlah kecamatan. Program ini bertujuan memperkuat pendampingan kepada petani sekaligus mendorong optimalisasi pengolahan lahan.

Beberapa wilayah yang menjadi lokasi pembentukan brigade pangan antara lain Kecamatan Saronggi, Guluk-Guluk, dan Lenteng. Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap proses tanam dapat berlangsung lebih terorganisasi dan produktif.

Selain itu, para petani juga melakukan penyesuaian pola tanam sesuai kondisi lahan dan ketersediaan air. Penyesuaian tersebut menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

“Petani menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kecukupan air. Jadi, ada yang tetap menanam padi, ada juga yang beralih ke jagung pada musim tanam kedua,” ujarnya.

Tantangan Penurunan Anggaran

Di tengah capaian sektor pertanian tersebut, pemerintah daerah juga tengah menghadapi tantangan baru terkait kondisi keuangan daerah. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo sebelumnya mengungkapkan bahwa anggaran daerah pada tahun ini tidak lagi sebesar pada periode sebelumnya.

Hal itu disampaikan Fauzi saat memberikan sambutan usai melantik Agus Dwi Saputra sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep di Ruang Rapat Raden Arya Wiraraja, Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kamis (26/02/2026).

Menurut Fauzi, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat berdampak pada kapasitas fiskal daerah, sehingga pemerintah daerah harus mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut.

“Anggaran saat ini tak seindah periode saya pertama, efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri,” tuturnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah percepatan dan terobosan dalam pengelolaan pemerintahan, termasuk mendorong kemandirian keuangan daerah.

Salah satu strategi yang ditekankan adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara bertahap tidak terlalu bergantung pada transfer pusat.

Pemerintah daerah, kata Fauzi, telah melakukan pembahasan terbatas dengan sejumlah pemangku kebijakan untuk mengidentifikasi potensi-potensi yang selama ini belum digarap secara maksimal.

“Hasilnya, ada beberapa potesi yang sudah kami kaji dan saat ini belum maksimal. Potensi ini yang nantinya akan kita maksimalkan lagi,” tambahnya.

Dalam konteks tersebut, sektor pertanian dinilai tetap memiliki peran penting sebagai salah satu basis ekonomi masyarakat Sumenep. Peningkatan luas tanam padi yang melampaui target menjadi salah satu indikator bahwa sektor ini masih memiliki daya dorong yang signifikan bagi perekonomian daerah.

DKPP Sumenep pun optimistis capaian tersebut dapat memperkuat kontribusi daerah terhadap program swasembada pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di tingkat lokal.

“Kami optimistis kontribusi daerah terhadap swasembada pangan nasional semakin menguat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal,” terangnya. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x