x

Pemkab Sampang Hibahkan Lahan ke Bulog, Pusat Pengolahan Padi Modern Segera Dibangun di Jrengik

waktu baca 3 menit
Minggu, 8 Mar 2026 17:53 129 Kamura

KAMURA.id – Pemerintah Kabupaten Sampang mulai menapaki tahap konkret dalam upaya memperkuat infrastruktur pangan daerah. Hal itu ditandai dengan rampungnya proses hibah lahan kepada Perum BULOG untuk pembangunan pusat pengolahan padi modern.

Dokumen hibah tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Sudarsono Soekarto. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Pandan Wangi, Kantor Pusat Perum BULOG, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).

Hibah tersebut berkaitan dengan lahan seluas 6.300 meter persegi yang berada di Kecamatan Jrengik. Dilansir dari RRI.co.id, lahan ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan padi modern yang dilengkapi dengan mesin pengering gabah (Dryer) serta Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggilingan padi.

Keberadaan fasilitas ini dinilai sangat penting bagi petani di wilayah Madura. Selama ini, banyak petani yang harus mengirim gabah ke luar daerah hanya untuk proses pengeringan maupun penggilingan. Kondisi tersebut membuat rantai distribusi menjadi panjang dan tidak efisien, sekaligus menambah biaya logistik yang harus ditanggung petani.

Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Sudarsono Soekarto, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengubah peta pengolahan hasil pertanian di Madura.

Menurutnya, keberadaan mesin Dryer akan membantu petani mengeringkan gabah hingga mencapai kadar air yang sesuai untuk penyimpanan maupun pengolahan. Sementara itu, Rice Milling Unit berfungsi menggiling gabah kering menjadi beras siap konsumsi dengan kualitas yang lebih baik.

“Jadi, yang awalnya harus menumpang ke luar daerah, kini semuanya ada di Sampang,” ujar Sudarsono.

Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Jrengik dipilih sebagai lokasi pembangunan karena dinilai memiliki posisi geografis yang strategis. Letaknya berada di wilayah tengah Kabupaten Sampang sehingga relatif mudah dijangkau dari berbagai daerah di Madura.

Selain itu, keputusan tersebut juga tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah yang bersedia menghibahkan lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

“Karena posisinya di tengah dan Bupati menghibahkan lahan, maka pusat pengolahan kami bangun di sini,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyatakan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur pertanian. Menurutnya, keberadaan pusat pengolahan padi modern merupakan bagian dari langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan.

Ia menyebut pembangunan fasilitas tersebut juga menjadi bentuk implementasi nyata dari program Asta Cita Presiden yang menekankan pentingnya penguatan sektor pangan nasional.

“Melainkan implementasi nyata dari Asta Cita Presiden, dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Slamet Junaidi menegaskan bahwa keberadaan fasilitas pengolahan padi ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Sampang saja, tetapi juga bagi seluruh wilayah Madura.

“Tentunya, semua ini kita lakukan demi masyarakat Madura, bukan hanya Sampang saja,” katanya.

Menurutnya, gudang pangan modern yang dilengkapi dengan mesin Dryer dan Rice Milling Unit tersebut diproyeksikan menjadi pusat teknologi pengolahan padi yang dapat menjadi rujukan di tingkat regional.

“Baik di tingkat regional Madura maupun Jawa Timur,” imbuh politisi Partai NasDem tersebut.

Dengan adanya fasilitas ini, rantai distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi lebih pendek. Dampaknya, harga gabah di tingkat petani dapat lebih stabil karena proses pengolahan bisa dilakukan langsung di wilayah sendiri tanpa harus bergantung pada daerah lain.

Selain itu, kualitas beras lokal dari Madura juga diharapkan dapat meningkat sehingga mampu bersaing dengan produk beras dari industri besar.

“Tentu kualitas beras lokal Madura mampu bersaing dengan produk industri besar,” tandasnya.

Ke depan, fasilitas pengolahan padi yang akan dibangun di Kecamatan Jrengik ini diproyeksikan menjadi salah satu simpul utama distribusi pangan di Madura. Keberadaannya diharapkan mampu memperkuat ekosistem pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Maka dari itu, fasilitas di Jrengik ini pun nanti akan menjadi hub pangan utama. Bisa menggerakkan roda ekonomi petani dari ujung Bangkalan hingga Sumenep,” pungkas Slamet Junaidi. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x