
Sumber foto: ketik.com KAMURA.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas) sebagai langkah percepatan peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Madura.
Peluncuran program tersebut dirangkaikan dengan peresmian revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana di 60 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Madura. Kegiatan ini digelar di SMKN 2 Sampang, Kabupaten Sampang, Selasa (3/3/2026).
Dalam postingan di akun instagram resminya (@khofifah.ip), Khofifah menyampaikan bahwa MAMA MAU NAIK KELAS merupakan gerakan yang dirancang secara terukur guna memperkuat daya saing pendidikan di Madura.
Ia menekankan bahwa kemajuan suatu daerah ditentukan oleh berbagai indikator, mulai dari penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, hingga mutu pendidikan.
“Program ini diarahkan untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa, sekaligus meningkatkan angka partisipasi lulusan SMA/SMK di Madura yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi,” tulisnya.
Program ini menitikberatkan pada penguatan literasi dan numerasi, serta mendorong peningkatan jumlah lulusan SMA/SMK yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebanyak 12 SMA Negeri ditunjuk sebagai sekolah percontohan dalam pelaksanaannya. Selain itu, dilakukan pemetaan potensi siswa untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan penguatan materi bagi peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui persiapan UTBK serta try out secara berkala.
Sebagai bentuk motivasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan skema penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang berhasil meningkatkan jumlah siswa diterima di perguruan tinggi negeri secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi infrastruktur, program revitalisasi mencakup 13 SMA dan 3 SMK di Bangkalan; 7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB di Sampang; 5 SMA dan 8 SMK di Pamekasan; serta 11 SMA, 3 SMK, dan 2 SLB di Sumenep. Total anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan tersebut mencapai Rp47,83 miliar.
Khofifah berharap peningkatan kualitas sarana dan prasarana mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa dan tenaga pendidik. Ia juga menegaskan pentingnya pemerataan mutu pendidikan menengah dan pendidikan khusus di wilayah Madura.
“Saya mendorong seluruh kepala sekolah di Madura untuk memiliki semangat kolektif dalam mengantarkan lebih banyak siswa menembus perguruan tinggi negeri,” tambahnya.
Pada agenda yang sama, Pemprov Jatim turut menyalurkan bantuan pendidikan sebesar Rp1 juta kepada 40 siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera. Selain itu, bantuan 20 unit komputer diberikan kepada SMKN 2 Sampang untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paiwai menyatakan bahwa rehabilitasi dan revitalisasi SMA, SMK, serta SLB negeri dan swasta di Madura dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerataan mutu layanan pendidikan. Program ini juga ditujukan untuk meningkatkan keselamatan bangunan sekolah dan memastikan pemenuhan standar sarana prasarana sesuai regulasi yang berlaku.
“Tahun 2026 ini kita dorong akselerasi mutu akademik melalui program MAMA MAU NAIK KELAS, Madura maju Madura unggul Madura naik kelas dan Ibu Gubernur memerintahkan kepada kami untuk fokus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan wilayah madura melalui prestasi murid-murid di wilayah Madura, agar bisa masuk PTN melalui SNBT, SNBP atau UTBK,” pungkas Aries. (Red)

Tidak ada komentar