x

Genjot Produktivitas Pangan, Bupati Bangkalan Targetkan Pertanian Tumbuh 8 Persen

waktu baca 4 menit
Jumat, 13 Mar 2026 20:34 131 Kamura

KAMURA.id – Upaya mempercepat kebangkitan sektor pertanian menjadi salah satu target utama Pemerintah Kabupaten Bangkalan pada awal masa kepemimpinan Bupati Bangkalan Lukman Hakim. Ia menargetkan sektor pertanian mampu tumbuh hingga 8 persen pada tahun pertama pemerintahannya bersama Wakil Bupati Moch Fauzan Jafar. Target tersebut dipasang sebagai bagian dari strategi memperkuat kedaulatan pangan sekaligus mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Lukman, sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam struktur ekonomi daerah sekaligus menjadi penggerak utama pembangunan Bangkalan. Ia menilai peningkatan produktivitas sektor ini akan berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Dampak nyata tahun pertama atau 13 bulan, produksi beras kami surplus. Pertumbuhan sektor pertanian Bangkalan tumbuh di angka 5,15 persen. Sementara sektor distribusi pertanian berada di angka 21,21 persen,” ungkap Lukman, Rabu (11/3/2026).

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat memberikan kuliah umum di hadapan puluhan mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan itu, Lukman memaparkan materi bertajuk Strategi Sektor Pertanian Tumbuh 8 Persen sebagai gambaran arah kebijakan pembangunan pertanian di Bangkalan.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kondisi sektor pertanian Bangkalan beberapa tahun terakhir sempat mengalami tekanan. Pada 2023, pertumbuhan sektor ini tercatat minus 4,01 persen dan bahkan kembali turun hingga minus 10,42 persen. Penurunan tersebut berdampak pada kontribusi sektor pertanian terhadap struktur ekonomi daerah.

Data pemerintah daerah menunjukkan distribusi sektor pertanian yang sebelumnya berada di angka 24,08 persen pada 2021 turun menjadi 20,79 persen pada 2024. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan pembenahan agar sektor unggulan tersebut kembali menjadi penggerak ekonomi.

Lukman menegaskan bahwa pemulihan sektor pertanian tidak bisa dilepaskan dari pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan. Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya memperbaiki layanan pemenuhan air bersih serta pengendalian pemanfaatan ruang agar produksi pertanian dapat meningkat secara optimal.

“Keterbatasan layanan infrastruktur dan air bersih memang menjadi permasalah daerah, namun kami secara perlahan melakukan pembenahan untuk percepatan terwujudnya kedaulatan pangan dan penurunan stunting,” jelas Lukman.

Ia menambahkan, akselerasi pembangunan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sektor unggulan daerah, khususnya pertanian dan kelautan. Kedua sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Acara itu turut dihadiri Direktur Politeknik KP Sidoarjo, Dr Yaser Krisnafi beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan Ismet Efendi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan Zainal Alim, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Bangkalan CHK Karyadinata, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bangkalan Eko Setiawan.

Di sisi lain, Lukman menegaskan bahwa pemberdayaan petani dan penguatan produksi pangan lokal menjadi fokus penting pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan untuk mendorong kemandirian pangan daerah yang sejalan dengan semangat program Gerakan Nasional Tani Kemandirian (Genta) Pangan.

Kabupaten Bangkalan sendiri memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Wilayah seluas 1.260,14 kilometer persegi yang terbagi dalam 18 kecamatan tersebut memiliki hamparan lahan tanam padi mencapai 52.000 hektare serta luas tegal sekitar 62.455 hektare.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan, produksi beras Bangkalan pada periode Oktober 2023 hingga September 2024 mencapai 162.895 ton. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat tercatat sebesar 72.648 ton. Dengan demikian, Bangkalan masih mencatat surplus beras sebesar 90.246 ton.

Potensi tersebut membuat Bangkalan diproyeksikan sebagai salah satu daerah penopang produksi beras nasional. Bahkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia memproyeksikan Bangkalan sebagai tulang punggung atau lumbung padi nasional pada 2025.

Hal itu sebelumnya juga disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau area persawahan di Kampung Kencat, Kelurahan Bancaran, Bangkalan pada 14 Mei 2024.

Bagi Lukman, penguatan sektor pertanian bukan sekadar soal produksi pangan. Ia menilai sektor ini memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan manusia secara menyeluruh di Bangkalan.

“Melalui akselerasi peningkaran produktivitas sektor unggulan dan investasi, kami betekad mewujudkan kedaulatan pangan, penurunan angka stunting, peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga mengikis angka kemiskinan dan pengangguran, serta terciptanya peningkatan ketahanan sosial dan budaya,” tegas Lukman. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x