x

KEK Tembakau Madura Jadi Solusi Dorong Industrialisasi Lokal

waktu baca 3 menit
Kamis, 13 Nov 2025 20:26 148 Kamura

KAMURA.id — Setelah dibuka di UIN Sunan Ampel Surabaya, rangkaian Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) “Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura” berlanjut di Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan, Rabu (19/11/2025).

Acara ini merupakan rangkaian kedua dari lima forum akademik yang diselenggarakan Komunitas Muda Madura (KAMURA) dalam penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura.

Dalam forum ini, Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan Universitas Madura menyampaikan dukungan penuh terhadap gagasan KEK Tembakau sebagai strategi menguatkan ekonomi rakyat dan mendorong industrialisasi berbasis kearifan lokal Madura.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pamekasan H. Sukrianto menegaskan bahwa Madura sedang mengalami transformasi ekonomi yang signifikan, ditandai dengan tumbuhnya pabrik-pabrik rokok lokal di Pamekasan.

“Fenomena ini menunjukkan dua hal. Pertama, kekuatan ekonomi lokal sedang tumbuh, di mana masyarakat mampu menciptakan lapangan kerja dan usaha sendiri. Kedua, ekosistem industri tembakau mulai terbentuk secara alami di tingkat lokal,” ujarnya.

Namun ia menekankan perlunya arah yang jelas dari pemerintah.

“Pertumbuhan ini perlu tata kelola yang benar agar tidak hanya bersifat konsumtif dan informal. Pemerintah harus hadir menata, membina, mendorong inovasi, standardisasi mutu produk, serta mengintegrasikan usaha kecil ke sistem ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan.”

H. Sukrianto menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menolak tumbuhnya pabrik rokok rakyat.

“Kita justru mendukung industri rokok lokal, tapi kita ingin memastikan pertumbuhan itu menyejahterakan rakyat dan memuliakan petani.”

Ia juga menjelaskan bahwa KEK Tembakau merupakan solusi tata kelola modern dan terintegrasi bagi sektor ini.

“KEK adalah ekosistem inovasi ekonomi baru: hilirisasi tembakau, riset pascapanen, teknologi pengeringan ramah lingkungan, inkubasi UMKM berbasis tembakau, hingga kawasan riset kampus–industri. Dengan KEK, perusahaan rokok lokal bisa naik kelas, memperoleh kemudahan investasi, dan memperkuat branding Madura sebagai Pusat Tembakau Bermartabat.”

Rektor Universitas Madura, Dr. Drs. H. Gazali, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya ekonomi Madura sesungguhnya tidak bisa diremehkan.

Ia menyebut tiga sektor nasional terbesar penyumbang pendapatan negara: cukai hasil tembakau, SDA migas, dan dividen BUMN.

“Ada tiga sektor utama penyumbang pendapatan negara: cukai, migas, dan BUMN. Nah, 60 persen cukai disumbang dari Jawa Timur. Pasuruan terbesar karena pabriknya di sana. Tapi dari Madura, penerimaan cukai naik dari 700 miliar menjadi 1,3 triliun. Hampir naik 50 persen.”

Di Pamekasan, ia mengungkap data menarik, “Dana yang berputar dari industri rokok bahkan lebih besar dari Pendapatan Asli Daerah. Itu sebabnya industri ini bisa menurunkan kemiskinan nyata di lapangan.”

Rektor kemudian menegaskan bahwa “Tembakau itu daun emas. Kalau musim tembakau, pasar malam ramai. Itu indikator lebaraannya petani.”

Ia menyebut gagasan KAMURA sangat tepat karena bersandar pada kearifan lokal ini.

Ia menutup sambutannya dengan dukungan penuh “KAMURA sudah melakukan kajian akademik. Maka kita harus bersama-sama menggolkan KEK Tembakau sebagai pintu kesejahteraan masyarakat Madura.”

Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Subairi Muzakki, menjelaskan bahwa rangkaian forum ini adalah upaya membangun fondasi akademik yang kuat bagi kebijakan publik yang berpihak pada petani dan industri rakyat.

Ia menegaskan bahwa tembakau adalah jantung ekonomi Madura “Bagi masyarakat Madura, tembakau bukan sekadar komoditas, tetapi cara hidup. Dari tembakau orang bisa sekolah, menikah, bahkan melunasi utang.”

Subairi menekankan bahwa KEK Tembakau merupakan gagasan besar yang lahir dari suara akar rumput, riset lapangan, dan dukungan seluruh kepala daerah di Madura. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x