x

Dukungan Tokoh untuk Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau

waktu baca 3 menit
Selasa, 28 Okt 2025 19:26 209 Kamura

KAMURA.id — Gagasan menjadikan Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis tembakau kian mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Salah satu yang menyuarakan komitmen kuat terhadap ide ini adalah Slamet Ariyadi, anggota DPR RI asal Madura. Ia menegaskan bahwa pengembangan ekonomi Madura hanya akan berhasil apabila ada sinergi antara legislatif, eksekutif, dan para pemangku kepentingan daerah.

“Pada prinsipnya saya sebagai legislator dari Madura sangat mendukung adanya kawasan ekonomi khusus. Namun, perlu ada duduk bareng antara legislatif dan eksekutif, khususnya kepala daerah di Madura, agar arah pembangunan ini bisa selaras,” ujar Slamet Ariyadi, Selasa (28/10/2025).

Slamet menilai, Madura memiliki potensi besar pada sektor pertanian, tembakau, dan garam yang belum diolah secara maksimal. Bagi dia, tembakau bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas kultural masyarakat Madura yang seharusnya dikelola sebagai kekuatan strategis. Ia menegaskan perlunya pengembangan industri berbasis tembakau dan garam sebagai upaya menumbuhkan ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan.

Gagasan KAMURA

Gagasan serupa juga menjadi ide utama yang diperjuangkan oleh Komunitas Muda Madura (KAMURA). Giat berupa penyusunan naskah akademik dan riset yang dilakukan oleh KAMURA saat ini, menempatkan konsep KEK Tembakau Madura sebagai strategi kemandirian ekonomi sekaligus bentuk advokasi atas nasib petani dan pelaku industri lokal. Bagi KAMURA, Madura tidak boleh hanya menjadi penyedia bahan mentah; ia harus naik kelas menjadi kawasan industri tematik yang dikelola secara modern dan berkeadilan.

KAMURA memandang bahwa relevansi dan urgensi ide KEK Tembakau tidak sekadar pada aspek ekonomi, tetapi juga pada nilai sosial dan budaya. Tembakau adalah simbol kerja keras, daya tahan, dan keuletan masyarakat Madura, karakter yang perlu diinstitusionalisasikan dalam bentuk kebijakan ekonomi strategis.

Untuk itu, Slamet Ariyadi mengajak seluruh pemangku kebijakan dan tokoh daerah agar bersinergi mempercepat realisasi KEK Tembakau Madura. Menurutnya, sinergi bukan hanya sebatas wacana politik, melainkan komitmen kolektif dalam mengangkat harkat ekonomi masyarakat melalui kebijakan yang berpihak kepada petani dan pelaku usaha lokal.

Sinergi Semua Pihak

Ajakan tersebut senada dengan semangat KAMURA yang sejak awal mendorong adanya kolaborasi lintas sektor (antara pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat sipil) untuk mewujudkan Madura yang berdaulat secara ekonomi. KAMURA menilai, sudah saatnya Madura tidak lagi menjadi penonton dalam sistem ekonomi nasional, tetapi tampil sebagai pemain utama melalui KEK Tembakau yang berbasis pada potensi lokal dan kearifan daerah.

Gagasan Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau kini menjadi lebih dari sekadar ide. Ia adalah visi bersama tentang masa depan ekonomi Madura, yang menuntut kerja nyata, kemauan politik, dan kesadaran kolektif untuk berbenah. Dengan dukungan tokoh-tokoh daerah dan energi muda dari komunitas seperti KAMURA, Madura berpeluang besar menjadi contoh sukses transformasi ekonomi berbasis identitas lokal di Indonesia. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x