x

Pendidikan sebagai Modal Pembangunan Madura: Refleksi dari Komitmen UNIBA Madura

waktu baca 4 menit
Rabu, 10 Des 2025 13:57 131 Kamura

KAMURA.id – Komitmen Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura untuk memperkuat kualitas pendidikan, khususnya pada Program Studi Hukum, menjadi pesan penting dalam momentum Hari Anti Korupsi Se-Dunia (Hakordia) bersama Plt Kajari Sumenep Dr. I Ketut Kasna Dedi, MH pada Selasa (9/12/2025). Kehadiran otoritas penegak hukum di dalam lingkungan kampus memperlihatkan bahwa pendidikan hukum tidak hanya bertumpu pada teori di ruang kelas, tetapi juga menaut pada praktik dan dinamika integritas publik yang semakin relevan bagi Madura.

Rektor UNIBA Madura, Prof. Dr. Ramad Hidayat, menegaskan langkah strategis yang akan ditempuh. Semester mendatang, pihaknya akan menambah dosen praktisi untuk memperkuat kompetensi lulusan.

“Insya Allah semester depan kita tambah dosen praktisi. Tidak ada yang selengkap Prodi Hukum. Di prodi lain pun belum selengkap ini,” ucap Ramad.

Pernyataan ini menunjukkan keyakinan bahwa Prodi Hukum kini telah menjadi wajah utama UNIBA, baik dari sisi kelengkapan akademik maupun kesiapan tenaga pengajar. Ia juga mengingatkan pentingnya kritik internal sebagai bagian dari kontrol kualitas.

“Kita mulai dari poin pertama, kritik jangan sampai menurun. Jangan ada yang menjatuhkan, Insya Allah ke depan kita akan lebih baik lagi,” tambahnya.

Pertumbuhan Pesat dan Tantangan Kualitas

Pada usianya yang baru menginjak tujuh tahun sejak berdiri pada 2018, UNIBA mencatat perkembangan yang tidak dapat dipandang remeh. Saat ini terdapat sekitar 4.200 mahasiswa aktif, dan dengan proyeksi tambahan 1.000 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026, jumlah tersebut akan menembus angka 5.000 mahasiswa.

“Alhamdulillah, berdiri dengan delapan program studi dan bisa mengelola 5.000 mahasiswa itu bukan hal mudah. Sedikit saja salah bisa langsung viral,” ujar sang rektor.

Ungkapan itu sekaligus menyiratkan bahwa pertumbuhan pesat tersebut menuntut kehati-hatian dan kesigapan dalam mengelola mutu institusional di tengah budaya media yang serba cepat.

Momentum Hakordia yang dirangkai dalam kegiatan kuliah umum menjadi ruang edukasi penting bagi mahasiswa, khususnya dalam memperluas pemahaman mengenai integritas serta penegakan hukum yang bersih. Rektor berharap kerja sama antara UNIBA dan Kejaksaan Negeri Sumenep semakin erat dan berkelanjutan.

“Saya berharap setelah tahun ini Pak Kajari Sumenep bisa langsung hadir ke UNIBA lagi. Ini akan menjadi sejarah untuk kita semua, apalagi momentum ini bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia,” imbuhnya. Dengan upaya seperti itu, pendidikan hukum tidak berhenti pada pengetahuan normatif, melainkan juga menanamkan kesadaran etis sebagai landasan pembangunan daerah.

Dalam konteks Madura yang kini berada dalam fase transformasi sosial ekonomi—didorong oleh pembangunan kawasan industri, infrastruktur strategis, dan investasi energi—kehadiran institusi yang menyuplai sumber daya manusia bidang hukum menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. Pemerintahan yang bersih, tata kelola investasi yang adil, hingga pendampingan kebijakan berbasis hukum merupakan fondasi agar perubahan tidak menciptakan ketimpangan sosial baru. Di sinilah UNIBA Madura tengah meletakkan pondasi masa depan, bahwa pembangunan tidak hanya memerlukan sumber daya fisik, tetapi juga manusia yang kritis dan berintegritas.

Perkembangan Fakultas Hukum UNIBA menjadi indikasi bahwa kesadaran masyarakat Madura terhadap pentingnya ilmu hukum terus tumbuh. Meski baru memiliki angkatan kedua, jumlah kelas sudah mencapai tujuh kelas, yaitu tiga kelas pada angkatan pertama dan empat kelas pada angkatan kedua. Antusiasme ini dapat tumbuh sebagai modal besar dalam membentuk generasi baru yang mampu mengawal keadilan pada level lokal. Dengan sokongan dosen praktisi dan kerja sama lintas institusi, Madura memiliki potensi menampilkan wajah pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.

Pada penutup sambutannya, rektor menyampaikan apresiasi dan terima kasih terhadap semua jajaran dan pihak. Dengan arah pembangunan yang semakin jelas, pendidikan hukum di Madura dapat menjadi salah satu pilar utama dalam membangun masa depan yang lebih berdaya saing, bebas korupsi, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Jika langkah yang kini ditempuh terus diperkuat secara konsisten, maka UNIBA Madura berpotensi menjadi salah satu sentra penting dalam mengubah wajah hukum di Madura. Di tangan para mahasiswa hukum yang tengah ditempa tersebut, Madura dapat menatap masa depan dengan optimisme yang kokoh: bahwa pembangunan hanya bernilai ketika keadilan ikut tumbuh bersamanya. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x