x

Dua Gol Kemenangan dan Asa Baru Laskar Sape Kerrab

waktu baca 4 menit
Senin, 7 Sep 2026 13:38 41 Kamura

KAMURA.id – Menit ke-54. Dimitar Mitkov melepaskan tembakan kaki kiri. Bola bersarang di gawang Persijap Jepara. Madura United unggul 1-0.

Sape Kerrab tidak berhenti di situ. Mitkov mencetak gol kedua pada menit tambahan babak kedua. Skor akhir menjadi 2-0 untuk tuan rumah.

Laga digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu malam, 6 September 2026. Ribuan suporter memadati tribun. Mereka menyaksikan langsung awal musim baru BRI Super League 2026/2027.

Kemenangan ini terasa lebih dari sekadar tiga poin pembuka. Bagi masyarakat Madura, hasil ini menjadi penanda awal. Ia memberi sinyal bahwa tim kebanggaan mereka siap bersaing di level yang lebih tinggi musim ini.

Kebangkitan di Babak Kedua

Babak pertama justru milik tim tamu. Merujuk pada data statistik pertandingan, Persijap Jepara tampil lebih agresif sejak peluit dibunyikan. Padahal tim ini baru memulai latihan perdana pada 17 Agustus.

Persijap menebar beberapa ancaman. Yaya Sogodogo mendapat peluang emas dari serangan balik pada menit ke-50. Kiper Angga Saputro masih mampu mengamankan gawangnya. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Situasi berbalik empat menit setelah babak kedua dimulai. Mitkov menerima umpan dari lini tengah. Ia melewati bek Persijap, Samuel Ofori. Ia menuntaskan peluang dengan kaki kiri.

Gol itu mengubah jalannya pertandingan. Madura United mendadak menemukan ritme permainannya. Mereka menguasai bola lebih dominan. Mereka terus menekan hingga penghujung laga.

Mitkov menutup pertandingan dengan gol keduanya. Ia melepaskan sepakan chip yang mengecoh kiper Persijap, Sendri Johansah. Gol itu tercipta tepat pada menit tambahan waktu babak kedua.

Pola permainan ini bukan hal baru bagi Madura United. Pada pertemuan pertama musim lalu di venue yang sama, Sape Kerrab menang 2-1 atas Persijap. Penguasaan bola mereka saat itu mencapai 72 persen. Mereka melepaskan 17 percobaan tembakan, enam di antaranya tepat sasaran. Persijap hanya mencatat 28 persen penguasaan bola.

Kemiripan pola dominasi ini menunjukkan sesuatu yang jelas. Keunggulan Madura United di kandang sendiri bukan kebetulan. Ia adalah hasil dari sistem permainan yang konsisten diterapkan pelatih Ze Gomes.

Kehadiran kembali Hugo Gomes di lini depan memperkuat daya gedor tim. Kombinasinya dengan Mitkov memberi variasi serangan yang lebih tajam dibanding musim sebelumnya. Catatan lima pertandingan terakhir Madura United membuktikan hal ini. Empat dari lima laga tersebut berakhir dengan kemenangan. Rata-rata gol mereka mencapai 1,8 per pertandingan. Angka ini menempatkan mereka sebagai salah satu tim dengan produktivitas gol tertinggi jelang musim baru.

Modal Awal untuk Musim yang Ditunggu

Kemenangan perdana ini datang pada momen yang tepat. Madura United langsung menempati posisi ketiga klasemen sementara. Start ini jauh lebih baik dibanding beberapa musim sebelumnya.

Klub ini telah lama menjadi lebih dari sekadar entitas olahraga bagi masyarakat Madura. Sejak didirikan, Madura United dimaksudkan sebagai perekat sosial. Ia menyatukan warga dari Sumenep hingga Bangkalan. Ia juga menjadi media pembelajaran nilai sportivitas bagi generasi muda pulau garam.

Rekor pertemuan dengan Persijap dalam dua musim terakhir sesungguhnya berimbang. Madura United menang di Pamekasan musim lalu. Mereka justru kalah 0-1 saat bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini pada Februari 2026.

Fakta ini penting dicatat. Alasannya tidak lain supaya mampu menjadikan Laskar Sape Kerrab konsisten menjaga ritme baik di laga home maupun away. Musim baru menjadi kesempatan untuk membuktikan konsistensi tersebut, terutama saat tim harus melakoni laga-laga yang lebih menantang.

Persijap sendiri bukan lawan yang bisa dianggap remeh ke depan. Tim asal Jepara ini kalah pada laga perdana. Namun mereka sempat menunjukkan sinyal positif lewat kemenangan uji coba 3-0 atas Persipura Jayapura akhir Agustus lalu.

Waktu persiapan yang singkat menjadi kendala nyata bagi pelatih Juan Cortes. Ia harus membangun kekompakan skuad barunya dalam waktu terbatas. Meski begitu, perlawanan ketat yang ditunjukkan Persijap sepanjang babak pertama di Pamekasan menandakan sesuatu. Tim ini punya modal untuk bangkit pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Bagi suporter Laskar Sape Kerrab, dua gol Mitkov malam itu menjadi lebih dari catatan statistik pembuka musim. Ia adalah pengingat bahwa harapan panjang musim ini punya alasan kuat untuk dirawat.

Konsistensi mencetak gol di babak kedua menjadi bekal berharga. Kombinasi lini depan yang semakin tajam turut memperkuat modal tersebut. Modal psikologis dari kemenangan perdana juga tidak bisa diabaikan.

Yang tersisa kini adalah soal konsistensi. Madura United perlu menjaga tren ini bukan hanya di kandang sendiri. Mereka juga harus membawa performa serupa ketika bertandang ke kandang lawan.

*

Fauzan Nur Ilahi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x