
Sumber gambar: Kabar Madura KAMURA.id – Wasit mengangkat tangan. Suporter Madura United yang memadati sudut Stadion Maguwoharjo menahan napas. Gol Dimitar Mitkov pada menit ke-42 yang sempat disambut sorak-sorai justru mengundang getir. Dengan sinyal tangan yang diangkat itu, wasit meninjau tayangan gol tersebut lewat Video Assistant Referee. Hasilnya: gol itu dianulir.
Tiga menit berselang, Mitkov berdiri di titik yang sama. Ia melepaskan tendangan. Kali ini wasit mengesahkan gol tersebut. Madura United unggul 1-0 atas PSS Sleman hingga turun minum, Sabtu (12/9) di Yogyakarta.
Drama VAR tidak hanya mengundang getir supporter. Peristiwa itu juga mencerminkan karakter tim yang tengah dibangun Jose Manuel Gomes da Silva musim ini. Madura United tidak goyah oleh gangguan teknis. Tim ini justru segera mengubah kekecewaan menjadi hasil konkret di lapangan.
Situasi serupa pernah terjadi sepekan sebelumnya, yakni ketika Madura United menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. Ada satu pola sama yang bisa kita perhatikan. Babak pertama laga itu berakhir tanpa gol. Kedua tim melancarkan serangan demi serangan. Disiplin lini belakang menjaga skor tetap 0-0 hingga jeda.
Pola yang Berulang di Babak Kedua
Dua laga awal Super League 2026/2027 menunjukkan kecenderungan yang sama. Madura United tampil taktis dan berhati-hati di babak pertama. Tim ini lalu berubah tajam begitu babak kedua dimulai.
Melawan Persijap, Madura United memecah kebuntuan pada menit ke-54. Mitkov mencetak gol lewat sontekan akurat. Gol kedua menyusul pada masa injury time babak kedua. Madura United mengeksekusi skema serangan balik dengan rapi.
Melawan PSS Sleman, pola itu terulang dengan tempo lebih cepat. Babak kedua baru berjalan dua menit. Juan Santacruz sudah menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-47. Pertahanan PSS belum sepenuhnya siap menghadapi tempo tinggi. Mereka pun kebobolan untuk kedua kalinya.
Konsistensi semacam ini memiliki akar yang bisa ditelusuri jauh sebelum pertandingan. Gomes selama ini menekankan pentingnya konsistensi dan fokus penuh sepanjang laga. Penekanan itu tampak membekas dalam permainan anak asuhnya di dua laga awal ini.
Menit ke-67, Mitkov kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia memperlebar keunggulan menjadi 3-0. Brace ini menyusul brace serupa yang sebelumnya ia cetak melawan Persijap, meski dengan sebaran menit gol yang berbeda. Satu hal tetap sama dalam dua laga. Kontribusi terbesarnya selalu datang setelah turun minum.
Statistik serangan juga memperlihatkan fenomena ini. Baik melawan Persijap maupun PSS Sleman, tekanan Madura United meningkat drastis begitu wasit meniup peluit babak kedua. Lini tengah tampak lebih berani mengambil risiko. Lawan justru kehilangan momentum setelah gagal mencetak gol di babak pertama.
PSS Sleman sempat merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Mereka menciptakan jual beli serangan yang cukup terbuka di lini tengah. Namun efektivitas penyelesaian akhir tetap menjadi pembeda. Madura United terus mengeksploitasi celah itu hingga laga usai.
Kemenangan yang Menegaskan Arah Tim
Matheus Fornazari mencetak gol hiburan pada menit ke-85. Gol itu memperkecil ketertinggalan PSS Sleman menjadi 1-3. Namun gol tersebut tidak mengubah gambaran besar pertandingan. Madura United tetap pulang membawa tiga poin dari Yogyakarta.
Hasil ini menegaskan satu hal penting. Performa gemilang di Pamekasan bukan sekadar keberuntungan laga kandang.
Dua kemenangan beruntun dengan pola serupa memberi sinyal penting. Konsistensi ketajaman di babak kedua menunjukkan kematangan mental pemain. Pola ini juga menunjukkan kesiapan fisik yang memadai untuk menekan lawan hingga menit-menit akhir.
Drama VAR di Maguwoharjo justru mempertegas mentalitas itu, bukan menjadi gangguan. Mitkov tidak larut dalam kekecewaan atas gol yang dianulir. Ia membuktikan diri tiga menit kemudian. Ia lalu mengulanginya lagi dua kali di babak kedua.
Bagi Laskar Sape Kerrab, dua laga awal ini menjadi fondasi yang menjanjikan. Pertanyaannya kini menyoal daya tahan pola tersebut. Apakah ketajaman babak kedua ini bisa bertahan sepanjang musim? Jawabannya baru akan terlihat pada pekan-pekan mendatang.
Untuk sementara, catatan dari Pamekasan hingga Yogyakarta sudah cukup memberi gambaran. Madura United tampak menemukan ritmenya untuk terus konsisten dan fokus sepanjang laga. Ritme itu yang kini menjadi modal penting menjelang pekan-pekan berikutnya.
*
Fauzan Nur Ilahi

Tidak ada komentar