
Sumber gambar: kabarmadura.id KAMURA.id – Tiga poin dari Pamekasan masih segar ketika Madura United harus berkemas menuju Sleman. Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026) sore, menanti Laskar Sape Kerrab dengan tantangan yang jauh berbeda dari laga pembuka.
Kemenangan 2-0 atas Persijap Jepara di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan memang membanggakan. Namun modal itu tidak otomatis menjamin hasil serupa saat tim harus bermain di kandang lawan.
Jose Gomes memahami betul perbedaan situasi ini. Pelatih asal Portugal tersebut langsung menegaskan bahwa kemenangan atas Persijap harus dijadikan momentum, bukan alasan untuk berpuas diri.
Sebagaimana disampaikannya dalam sesi jelang laga, tim ingin melanjutkan tren positif yang telah dibangun sejak pertandingan pertama.
Persiapan Madura United pun tidak sekadar soal teknis di lapangan latihan. Gomes menaruh perhatian besar pada aspek mental pemain, terutama soal menjaga fokus setelah hasil bagus. Angga Saputra dan kawan-kawan diminta tidak terlena dengan kemenangan sebelumnya, mengingat PSS Sleman akan tampil dengan motivasi berbeda sebagai tuan rumah yang haus poin perdana.
Karakter dan Fokus
Karakter permainan menjadi kata kunci yang berulang kali ditekankan Gomes. Ia tidak ingin timnya berubah pendekatan hanya karena bermain di kandang lawan.
Bertahan pasif bukan pilihan yang diinginkan pelatih asal Portugal ini, meski status tandang biasanya mendorong tim untuk lebih berhati-hati.
Gomes menyebut bahwa laga menghadapi PSS tidak akan mudah, mengingat status tuan rumah dan kualitas pemain yang dimiliki lawan.
Ia menekankan pentingnya menjaga fokus, bekerja keras, serta bermain sesuai karakter yang telah dibangun timnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan kesadaran penuh terhadap kekuatan PSS Sleman. Meski kalah pada pertandingan pembuka melawan Bali United, tim asuhan Pieter Huistra tetap tampil dengan intensitas tinggi sepanjang laga.
PSS bukan lawan yang bisa dianggap enteng, terutama ketika bermain di depan pendukung sendiri.
Faktor Konsistensi
Selain faktor mental, konsistensi selama 90 menit menjadi target konkret yang disampaikan Gomes berkali-kali. Poin bukan sekadar angka tambahan bagi klasemen. Bagi Madura United, hasil positif di Sleman menjadi bagian dari upaya memperbaiki catatan dua musim sebelumnya yang belum sesuai ekspektasi.
Gomes menegaskan bahwa timnya ingin meraih poin karena hal itu penting untuk menjaga momentum dan motivasi. Namun ia mengingatkan bahwa hasil tersebut hanya bisa dicapai jika timnya mampu menjalankan tugasnya dengan baik sepanjang 90 menit pertandingan.
Apa yang diungkapkan Gomes itu memperrlihatkan pola pikir yang berorientasi pada proses, bukan hanya hasil akhir. Fokusnya adalah demi membangun fondasi jangka panjang lewat konsistensi performa dari pertandingan ke pertandingan, bukan sekadar mengejar tiga poin sesaat.
Di sisi lain, PSS Sleman datang dengan misi kebangkitan setelah kekalahan dari Bali United. Pieter Huistra mengakui timnya masih memiliki pekerjaan rumah, khususnya dalam hal penguasaan bola. Sejumlah pemain yang belum tersedia pada laga pembuka juga diharapkan bisa kembali memperkuat skuad saat menjamu Madura United.
Keterangan di atas menunjukkan satu kesamaan: kedua tim sama-sama berangkat dari evaluasi pertandingan pertama untuk menyiapkan langkah berikutnya. Madura United mengevaluasi cara mempertahankan momentum kemenangan, sementara PSS mengevaluasi cara bangkit dari kekalahan.
Laga Tandang yang Menantang
Faktor tuan rumah menjadi variabel penting yang harus diperhitungkan Madura United. Dukungan publik Sleman berpotensi mendorong PSS tampil lebih percaya diri dan agresif sejak menit awal. Situasi ini menuntut Laskar Sape Kerrab mampu meredam tekanan sekaligus tetap menjalankan rencana permainan yang sudah disiapkan.
Pieter Huistra sendiri menegaskan bahwa filosofi timnya tidak berubah baik saat bermain di kandang maupun tandang. PSS akan tetap mengejar kemenangan dengan permainan yang lebih baik dibandingkan laga sebelumnya. Pendekatan ini membuat Madura United harus benar-benar siap menghadapi tim yang berambisi mencari kemenangan pertama musim ini.
Aspek kepercayaan diri turut menjadi bagian dari persiapan Madura United. Hasil positif atas Persijap memberikan modal psikologis yang berharga, namun modal tersebut hanya berguna jika dijaga dengan pendekatan yang tepat. Dalam konteks ini, Gomes tampak berusaha menyeimbangkan antara membangun rasa percaya diri tim dan mencegah munculnya sikap terlalu percaya diri yang justru berisiko.
Pertandingan di Stadion Maguwoharjo pada akhirnya menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Madura United musim ini.
Bukan hanya soal mempertahankan poin penuh dari laga sebelumnya, tetapi juga soal membuktikan bahwa tim mampu tampil konsisten di berbagai situasi, termasuk saat bermain di kandang lawan yang tengah mencari kebangkitan.
Rendah hati dan terus bekerja, begitu prinsip yang ditekankan Gomes kepada skuadnya. Prinsip sederhana ini justru menjadi fondasi persiapan Madura United menghadapi laga yang jauh dari kata mudah.
Hasil di Sleman nanti akan menjadi indikator awal, apakah Laskar Sape Kerrab benar-benar siap menjalani musim ini dengan konsistensi.
*
Fauzan Nur Ilahi

Tidak ada komentar