
SUMENEP — Tim Penyusunan Naskah Akademik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura dari Komunitas Muda Madura (KAMURA) melanjutkan rangkaian audiensi dan silaturahmi ke para kepala daerah se-Madura. Rabu (22/10), tim KAMURA diterima langsung oleh Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, di rumah dinasnya, Sumenep.
Audiensi ini menjadi penutup dari serangkaian pertemuan KAMURA dengan empat bupati Madura — Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep — dalam rangka menghimpun dukungan dan masukan bagi penyusunan naskah akademik yang akan diajukan ke pemerintah pusat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Fauzi menyampaikan apresiasi atas inisiatif KAMURA yang dinilainya sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperkuat ekonomi rakyat berbasis sektor tembakau.
“Kami berterima kasih atas kehadiran teman-teman KAMURA yang punya semangat dan pikiran ke depan terkait masa depan Madura. Sejak awal menjabat, saya mempelajari nasib petani kita, dan ternyata, penyumbang kemiskinan terbesar di Sumenep adalah petani. Karena itu, saya berpikir bagaimana menjadikan tembakau bukan lagi sumber kemiskinan, tapi jalan kesejahteraan,” ujarnya.
Fauzi menjelaskan bahwa sejak 2021 pihaknya telah mengambil langkah konkret dengan mendorong tumbuhnya industri rokok rakyat di Sumenep. “Waktu itu hanya ada tiga perusahaan rokok. Saya panggil dan ajak masyarakat untuk ikut usaha rokok. Kami keluarkan izin enam pabrik, lalu di tahun 2023 sudah sampai seratus. Sekarang sudah lebih dari seratus izin pabrik rokok rakyat yang kami keluarkan,” terangnya.
Menurutnya, langkah itu adalah bagian dari strategi membangun pasar yang menguntungkan petani tembakau. Selama ini, petani hanya menjadi produsen bahan baku sementara produksi dan nilai tambahnya terjadi di luar Madura. “Kita harus ubah pola itu. Kalau bicara KEK Tembakau, artinya produksi dan industrinya harus di sini. Karena itu, kami bangun Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), dan sekarang masuk tahap kawasan APHT,” jelasnya.

Membangun Industri, Mengangkat Martabat Petani
Fauzi menegaskan bahwa kebijakan membuka izin pabrik rokok rakyat bukan hanya soal investasi, tetapi strategi sosial-ekonomi. “Saya ingin harga tembakau tinggi, tenaga kerja banyak terserap, dan angka kemiskinan turun. Dan itu terbukti. Setiap tahun angka kemiskinan Sumenep terus turun, dan petani kita mulai sejahtera,” katanya.
Bupati juga menyoroti perubahan sosial yang terjadi di tingkat akar rumput. “Sekarang sudah mulai muncul orang-orang kaya baru dari industri tembakau. Saya bahagia karena empat tahun terakhir daun emas ini bisa dinikmati masyarakat sendiri. Ini efek nyata yang tidak bisa dipungkiri,” ujarnya dengan nada optimistis.
Menurutnya, perjuangan mewujudkan KEK Tembakau Madura adalah perjuangan bersama seluruh elemen di Madura — pemerintah daerah, masyarakat, pengusaha, dan kalangan muda. “Gerakan ini tidak bisa sendiri. Saya pernah mengajak semua bupati di Madura dan para kiai untuk berjuang bersama, karena tembakau ini nadi ekonomi masyarakat kita sekaligus penyumbang besar bagi negara. Madura ini kaya, tinggal bagaimana kita bersinergi,” tegasnya.
Fauzi berharap KEK Tembakau Madura kelak menjadi kebijakan yang memberi ruang kekhususan bagi industri tembakau rakyat, termasuk dalam aspek cukai dan pajak. “Kalau KEK ini terealisasi, akan ada perlakuan khusus yang meringankan pelaku usaha kecil. Tapi tentu ini perjuangan panjang. Saya berharap seluruh kabupaten di Madura memiliki visi yang sama,” ujarnya.
Perwakilan Tim Perumus KAMURA, Abdul Hamied, menyampaikan terima kasih atas sambutan Bupati Sumenep. Ia menegaskan bahwa audiensi di Sumenep menjadi titik penutup dari rangkaian kunjungan KAMURA ke empat kabupaten di Madura.
“Kami sangat berterima kasih telah diterima langsung oleh Bapak Bupati. Sumenep memberi inspirasi nyata tentang bagaimana kebijakan daerah bisa berpihak kepada petani dan pengusaha lokal. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami dalam menyusun naskah akademik KEK Tembakau Madura,” ujar Hamied.
Hamied menjelaskan, tujuan utama KAMURA adalah menyatukan visi seluruh pihak di Madura agar perjuangan menuju KEK Tembakau berjalan selaras dan kuat. “Kami berharap setelah audiensi ini, seluruh daerah di Madura bersatu dalam satu visi besar: menjadikan tembakau sebagai poros kemandirian ekonomi rakyat Madura,” tegasnya. (Red)

Tidak ada komentar