x

Wakil Gubernur Jatim Sebut KEK Tembakau Jadi Motor Baru Ekonomi Madura

waktu baca 2 menit
Senin, 17 Nov 2025 17:39 131 Kamura

KAMURA.id — Rangkaian ketiga Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) “Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura” yang diselenggarakan Komunitas Muda Madura (KAMURA) digelar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Selasa (17/112025).

Acara ini berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menghadirkan perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, anggota DPR RI, dan akademisi UTM untuk membahas arah industrialisasi Madura melalui pengembangan KEK Tembakau.

Mewakili Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Elestianto Dardak, Kepala Bakorwil IV, Sufi Agustini, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif KAMURA dan UTM menjadi tuan rumah forum strategis ini.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan apresiasi kepada Rektor UTM dan seluruh jajaran atas terselenggaranya acara ini. Kegiatan ini bukan hanya menjadi wadah sinergi, tetapi juga langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik Madura dan mengakselerasi investasi serta pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan.”

Ia menjelaskan bahwa struktur PDRB Madura masih sangat bergantung pada sektor primer.

“Struktur PDRB di Madura didominasi oleh tiga sektor utama: pertanian 30,41 persen, perdagangan 17,47 persen, dan pertambangan serta penggalian 13,48 persen. Keempat kabupaten di Madura seluruhnya ditopang oleh pertanian sebagai kontributor terbesar.”

Dengan kontribusi pertanian Madura mencapai 10,93 persen terhadap ekonomi Jawa Timur, Pemprov menilai potensi Madura sangat strategis.

Sufi Agustini menegaskan “Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau merupakan peluang terbesar Madura untuk mengoptimalkan potensi lokal, khususnya sektor pertanian dan industri pengolahan.”

Ia optimistis KEK Tembakau akan menjadi motor baru ekonomi Madura, “Dengan kebijakan yang tepat, infrastruktur memadai, dan kolaborasi lintas sektor, KEK Tembakau mampu mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Madura dalam struktur ekonomi Jawa Timur dan nasional.”

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x