x

Gangguan Listrik Picu Keluhan Masyarakat di Madura, PLN Klaim Sistem Mulai Pulih

waktu baca 4 menit
Selasa, 23 Jun 2026 11:04 141 Kamura

 

KAMURA.id – Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Jawa, Bali, dan Madura dalam beberapa pekan terakhir mulai menimbulkan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Di Madura, kondisi tersebut dikeluhkan kalangan pengusaha dan berpotensi mengganggu sektor lain seperti pertanian maupun perikanan yang kini semakin bergantung pada pasokan listrik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Namun, PT PLN (Persero) memastikan kondisi sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali saat ini terus membaik. Perusahaan pelat merah itu menyebut pemadaman bergilir yang sempat terjadi dalam sepekan terakhir telah berhasil ditekan menyusul pulihnya salah satu pembangkit listrik swasta atau independent power producer (IPP) yang sebelumnya mengalami gangguan operasional.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pembangkit tersebut telah kembali pulih dan tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa pada Minggu (21/6/2026) pukul 18.00 WIB. Dengan demikian, pembangkit tersebut kembali memasok energi listrik ke jaringan sehingga memperkuat keandalan sistem kelistrikan.

“Dengan demikian, pemadaman bergilir yang terjadi pada minggu lalu saat ini telah berhasil diminimalisasi,” ujar Darmawan dalam konferensi pers di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat.

Menurut dia, membaiknya kondisi sistem kelistrikan tidak hanya ditopang oleh pulihnya pembangkit tersebut. PLN juga memastikan pasokan energi primer yang dibutuhkan pembangkit kini tersedia dan berjalan sesuai kebutuhan operasional.

Kondisi itu dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan yang sebelumnya mengalami gangguan di sejumlah wilayah Jawa, Madura, dan Bali.

“Pasokan energi primer yang sesuai spesifikasi yang dibutuhkan oleh pembangkit telah berjalan dengan lancar sehingga upaya penguatan pembangkit berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, PLN mengaku terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi sistem kelistrikan. Upaya penguatan pembangkit dan tata kelola rantai pasok energi primer juga terus dilakukan guna memastikan gangguan serupa tidak kembali terjadi.

“Kami melakukan upaya terbaik agar perbaikan yang telah berlangsung dapat terus terjaga dan ditingkatkan,” ungkap Darmawan.

Dalam kesempatan itu, PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami juga ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman bergilir yang terjadi pada minggu lalu,” ucapnya.

Pernyataan PLN tersebut menjadi kabar yang ditunggu masyarakat. Sebab sehari sebelumnya, Sabtu (20/6), sejumlah pelanggan di Kabupaten Bangkalan masih mengeluhkan pemadaman listrik yang berlangsung tanpa kepastian waktu berakhir.

Saat itu, Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bangkalan bahkan belum dapat memastikan kapan pemadaman bergilir akan berakhir. Manajer ULP PLN Bangkalan Nasir menjelaskan bahwa gangguan tersebut dipicu adanya kendala teknis operasional pada sistem pembangkit yang berdampak terhadap penyesuaian suplai listrik.

Untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan daya, PLN melakukan penyesuaian beban secara terbatas pada sejumlah wilayah terdampak.

“Itu kami lakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan daya, serta memastikan keandalan sistem kelistrikan tetap terjaga,” ujarnya.

Nasir mengakui bahwa informasi mengenai pemadaman tidak selalu dapat disampaikan jauh-jauh hari kepada pelanggan. Menurut dia, kondisi operasional pembangkit dan sistem kelistrikan bersifat dinamis sehingga jadwal maupun wilayah terdampak dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan di lapangan.

“Informasi terkadang tidak dapat disampaikan jauh-jauh hari atau sehari sebelum pemadaman,” tuturnya.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan keresahan masyarakat. Sebab pemadaman listrik yang berlangsung berulang kali telah berdampak langsung terhadap aktivitas usaha dan produktivitas masyarakat.

Salah satu keluhan datang dari H. Abdurrahman, pengusaha air minum di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan. Ia mengaku aktivitas usahanya terganggu akibat pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.

Menurut dia, mesin kompresor yang menjadi bagian penting dalam proses produksi sempat mati akibat pemadaman mendadak. Kondisi tersebut membuat aktivitas usaha tidak dapat berjalan normal dan berpotensi menimbulkan kerugian.

“Pengusaha seperti saya sangat dirugikan dengan pemadaman listrik ini. Apalagi tanpa pemberitahuan dari jauh-jauh hari,” keluhnya.

Abdurrahman mengaku telah mencoba meminta penjelasan kepada pihak PLN mengenai durasi pemadaman yang terjadi di wilayahnya. Namun, hingga kini ia belum memperoleh kepastian yang jelas terkait kapan kondisi tersebut benar-benar berakhir.

“Padahal kalau saya telat bayar sehari langsung diputus oleh PLN. Sementara saat kondisi seperti sekarang mereka tidak memberikan solusi,” tandasnya.

Keluhan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kelistrikan tidak lagi hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga. Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap listrik, gangguan pasokan juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor usaha, pertanian hingga perikanan.

Karena itu, masyarakat berharap proses pemulihan yang disampaikan PLN benar-benar dapat berjalan sesuai rencana. Sebab apabila gangguan kelistrikan terus berlanjut, pihak yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi mereka pada ketersediaan pasokan listrik yang stabil dan andal. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x