x

KAMURA dan DEMA UINSA Dorong Arah Baru Ekonomi Madura Lewat KEK Tembakau

waktu baca 3 menit
Senin, 10 Nov 2025 15:25 436 Kamura

KAMURA.id — Di tengah meningkatnya perhatian terhadap potensi ekonomi Madura, sekelompok anak muda memutuskan untuk bergerak. Komunitas Muda Madura (KAMURA), bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Ampel Surabaya, menggelar sebuah seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura”.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hari Selasa, 11 November 2025, di Gedung Sport Center UINSA Surabaya.

Suasana akademik di kampus itu diyakini akan semakin hidup dengan hadirnya sejumlah tokoh penting. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki dijadwalkan membuka acara. Tak hanya itu, Dr. H. M. Syaeful Bahar, ekonom UINSA; Mayjen TNI Rudy Saladin, Pangdam V/Brawijaya; serta Irjen Pol Nanang Avianto, Kapolda Jawa Timur, turut diundang sebagai pembicara kunci.

Forum ini juga diikuti oleh anggota DPR RI Eric Hermawan, Dr. Adi Prayitno, serta perwakilan petani dan pelaku industri tembakau rakyat. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dari serangkaian forum akademik yang akan digelar di empat kabupaten di Madura.

Gerakan Intelektual dari Madura

Bagi Subairi Muzakki, Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, kegiatan ini bukan sekadar seminar. “KAMURA saat ini sedang menyusun naskah akademik KEK Tembakau Madura,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk perjuangan intelektual yang berpihak pada rakyat. Sebelum forum ini berlangsung, timnya telah melakukan riset lapangan di empat kabupaten Madura, mewawancarai petani, pelaku pabrik rokok rakyat, dan para pemangku kebijakan.

Hasil riset itu dibawa ke forum sebagai bahan diskusi untuk memperkuat naskah akademik. “Tujuannya sederhana tapi penting: agar naskah akademik kuat secara moral dan kokoh secara argumen,” kata Subairi.

Ia juga menegaskan bahwa KAMURA bukanlah organisasi politik. “Kami adalah komunitas cendekia muda Madura yang berjuang lewat pengetahuan. Kami berjuang dengan logos, dengan akal dan pengetahuan,” ujarnya.

Baginya, kebijakan yang lahir dari pengetahuan merupakan bentuk tertinggi dari keadilan. “Karena itulah kami memilih jalur akademik untuk memperjuangkan ekonomi rakyat,” tambahnya mantap.

Langkah Menuju Pengakuan Ekonomi Rakyat

Semangat yang sama juga bergema dari kalangan mahasiswa. Presiden Mahasiswa UIN Sunan Ampel, Alwan Naufal Bariq, menilai kolaborasi antara DEMA dan KAMURA sebagai bentuk nyata perjuangan akademik.

“Kami di UINSA percaya perjuangan akademik harus punya arah moral, membela rakyat kecil,” ujarnya.

Bagi Alwan, mahasiswa tidak boleh berhenti di ruang diskusi. “Kami ingin mahasiswa menjadi bagian dari solusi. Kami menghadirkan nalar akademik dalam perjuangan ekonomi rakyat Madura dan Jawa Timur,” ucapnya penuh keyakinan.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian riset dan diskusi yang dilakukan KAMURA dalam menyusun Naskah Akademik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.

Forum serupa akan terus digelar di empat kampus di Madura, melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan asosiasi petani.

Langkah itu telah disampaikan kepada empat bupati di Madura, dan sejauh ini mendapat respons positif.

“Ini pertanda baik,” ujar Subairi. “Artinya gagasan ini mulai menjadi bahasa yang mempersatukan semua elemen di Madura.” (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x