
KAMURA.id — Bagi masyarakat di kepulauan Kabupaten Sumenep, mendapatkan layanan kesehatan kerap menjadi perjuangan yang tidak sederhana. Jarak yang jauh, keterbatasan transportasi laut, hingga minimnya tenaga medis spesialis membuat akses pelayanan kesehatan, terutama untuk kasus-kasus berat, masih menjadi tantangan besar.
Kondisi tersebut terasa semakin nyata di wilayah kepulauan yang tersebar di 126 pulau. Perjalanan menuju daerah terluar seperti Masalembu dapat memakan waktu hingga belasan jam melalui jalur laut. Dalam situasi darurat, keterlambatan penanganan medis sering kali menjadi risiko yang sulit dihindari. Tidak sedikit pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah karena keterbatasan fasilitas maupun tenaga kesehatan spesialis.
Persoalan itu juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam berbagai upaya peningkatan layanan kesehatan. Salah satunya melalui penguatan sumber daya manusia kesehatan, pemberian beasiswa pendidikan dokter spesialis, hingga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk memperluas akses pelayanan medis bagi masyarakat kepulauan.
Di tengah tantangan tersebut, Kabupaten Sumenep mendapatkan dukungan baru dari pemerintah pusat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sebagai salah satu rumah sakit penerima Program Jejaring Pengampuan Kesehatan Strata Utama (KJSU).
Penetapan itu dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan, khususnya dalam penanganan penyakit katastropik yang selama ini masih menjadi tantangan bagi masyarakat Madura dan wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan program KJSU merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan jejaring antara rumah sakit daerah dan rumah sakit pengampu nasional.
“Melalui program ini, RSUD Sumenep mendapatkan pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan sarana dan prasarana kesehatan guna mendukung pelayanan penyakit katastropik,” tutur Erliyati, Sabtu (20/06/2026).
Menurut Erliyati, program tersebut akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Dengan demikian, pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih cepat, efektif, dan dekat dengan tempat tinggal mereka.
Penguatan layanan tersebut sangat relevan dengan kondisi geografis Sumenep yang sebagian wilayahnya berada di kepulauan. Selama ini, pasien dengan penyakit berat seperti gangguan jantung, stroke, kanker, maupun penyakit ginjal sering menghadapi kendala akses ketika membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan.
Keterbatasan tenaga spesialis juga menjadi persoalan yang masih dihadapi sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan. Akibatnya, banyak pasien harus menjalani proses rujukan ke rumah sakit yang berada di luar Kabupaten Sumenep, bahkan hingga ke Surabaya. Selain membutuhkan biaya tambahan, proses tersebut juga memerlukan waktu yang tidak singkat serta bergantung pada kondisi cuaca dan transportasi.
Melalui program KJSU, Kementerian Kesehatan menargetkan peningkatan kapasitas rumah sakit daerah agar mampu memberikan pelayanan yang lebih komprehensif terhadap penyakit-penyakit katastropik. Penyakit yang menjadi fokus penguatan layanan meliputi penyakit jantung, stroke, kanker, gangguan ginjal, serta berbagai penyakit dengan tingkat risiko tinggi yang membutuhkan penanganan terpadu.
Masuknya RSUD dr. H. Moh. Anwar ke dalam program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat rujukan utama bagi masyarakat Madura, khususnya warga Sumenep yang tinggal di wilayah kepulauan.
“Ini bukan hanya kepercayaan, tetapi juga tanggung jawab untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat,” tambah Erliyati.
Selain itu, program tersebut diharapkan mampu menekan angka rujukan pasien ke rumah sakit di luar daerah sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih efisien, cepat, dan terjangkau. Kehadiran layanan spesialistik yang semakin lengkap juga diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan penanganan medis.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menyambut positif penetapan tersebut karena sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Ke depan, sinergi antara Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Sumenep, serta RSUD dr. H. Moh. Anwar diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar.
Di daerah yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses layanan kesehatan, penguatan kapasitas rumah sakit daerah menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan masyarakat memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan. Bagi warga kepulauan Sumenep, kehadiran program KJSU tidak hanya menjadi upaya peningkatan layanan medis, tetapi juga harapan baru agar akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas semakin dekat dan mudah dijangkau. (Red)

Tidak ada komentar