x

Poltera Tegaskan Peran sebagai Pusat Inovasi KEK Tembakau Madura

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Des 2025 15:11 171 Kamura

KAMURA.id—Politeknik Negeri Madura (Poltera) kembali menegaskan posisinya sebagai kampus vokasi terdepan yang menjadi motor inovasi di kawasan Pulau Tembakau.

Melalui Seminar Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kawasan Ekonomi Khusus (KEK): Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna dalam Budidaya dan Pengolahan Tembakau”, Poltera menunjukkan komitmennya untuk mengawal lahirnya KEK Tembakau Madura, sebuah agenda besar yang kini tengah dirumuskan bersama KAMURA melalui penyusunan Naskah Akademik yang berlangsung lintas kabupaten dan lintas lembaga.

Acara yang digelar di Hall Gedung B Poltera Sampang, Sabtu (29/11/2025), menghadirkan pemerintah daerah, akademisi, industri, legislator, komunitas petani, hingga jejaring perguruan tinggi vokasi.

Forum ini menjadi bagian dari rangkaian diskusi besar yang sebelumnya telah digelar di Surabaya, Bangkalan, Pamekasan, dan akan terus berlanjut hingga rampungnya Naskah Akademik KEK Tembakau Madura.

 

Poltera dan Tradisi “Belanja Masalah”

Direktur Poltera, Laily Ulfiyah, M.T., membuka kegiatan dengan memaparkan berbagai inovasi teknologi terapan yang telah dihasilkan kampus vokasi ini. Mulai dari kapal PVC, ambulance boat, navinata—motor tempel bertenaga listrik, ambulans tiga roda, moringa oleifera dryer (MOD), hingga mesin-mesin agroindustri yang sangat relevan untuk sektor tembakau.

“Inovasi ini lahir dari tradisi Poltera untuk belanja masalah. Kami turun ke lapangan, mendengar keluhan masyarakat, menganalisis secara keilmuan, lalu merumuskan solusi berbasis teknologi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Poltera siap menjadi innovation hub yang menjembatani kebutuhan masyarakat—khususnya petani tembakau—dengan teknologi yang aplikatif, murah, dan mudah diadopsi.

Kehadiran Poltera dalam agenda besar KEK Tembakau Madura, bagi banyak pihak, merupakan momentum penting untuk menjadikan vokasi sebagai tulang punggung industrialisasi berbasis komoditas lokal.

Seminar ini turut dihadiri Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, dan Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan. Keduanya menekankan pentingnya modernisasi sektor tembakau Madura melalui inovasi dan tata kelola yang lebih adil.

Bupati Junaidi menegaskan bahwa tembakau merupakan sumber penghidupan utama ribuan keluarga di Madura, namun selama ini pertaniannya berlangsung tanpa dukungan teknologi memadai. Sementara itu, Eric Hermawan menegaskan bahwa KEK Tembakau Madura dapat menjadi game changer ekonomi daerah apabila digarap serius, terukur, dan berbasis inovasi.

Kegiatan ini juga didukung oleh program Diktisaintek Berdampak, yang memperkuat ekosistem riset terapan perguruan tinggi vokasi.

 

Politani Samarinda Hadirkan Perspektif Diversifikasi Non-Rokok

Salah satu pemateri kunci, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Hamka, S.TP., M.Sc., M.P., memaparkan strategi diversifikasi tembakau untuk mendorong kemandirian petani. Ia menekankan bahwa tembakau tidak hanya relevan untuk industri rokok, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti bahan farmasi, produk kesehatan, pestisida nabati, bioenergi, dan bahan herbal.

Hamka juga menekankan pentingnya teknologi tepat guna dalam meningkatkan kualitas panen, efisiensi produksi, hingga pengolahan pascapanen. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi, pemerintah daerah, industri, dan kelompok petani merupakan fondasi utama pembangunan ekosistem KEK yang berkelanjutan.

Kehadiran Politani Samarinda sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan KEK Tembakau Madura telah menarik perhatian berbagai institusi vokasi nasional, yang melihat potensi besar transformasi pertanian Madura.

Dengan semangat kolaborasi yang terbangun kuat, Poltera dan para mitra berharap rekomendasi yang lahir dari seminar dan FGD ini dapat mempercepat realisasi KEK Tembakau Madura.

Pada akhirnya, pembangunan KEK diharapkan menciptakan sistem pertanian tembakau yang modern, berdaya saing, sekaligus memberikan manfaat ekonomi nyata bagi petani dan masyarakat Madura.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x