
Ketua BPC HIPMI Pamekasan, Ach. Kusyairi KAMURA.id – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pamekasan menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Komunitas Muda Madura (KAMURA) yang tengah mengupayakan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.
Dukungan ini menjadi penting karena HIPMI merupakan salah satu organisasi yang memiliki jejaring luas pengusaha lokal dan nasional, sekaligus pemangku kepentingan strategis dalam rantai ekonomi daerah.
Ketua BPC HIPMI Pamekasan, Ach. Kusyairi, menegaskan bahwa percepatan realisasi KEK Tembakau Madura tidak hanya mendesak, tetapi juga logis jika melihat potensi ekonomi dan perkembangan industri tembakau di Madura selama dua dekade terakhir. Ia menyebut sedikitnya empat faktor utama yang membuat KEK Tembakau perlu segera diwujudkan.
Menurut Kusyairi, industri tembakau tidak boleh dipahami semata sebagai industri rokok. Semua bagian tanaman tembakau, mulai dari akar, batang, hingga daun, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi. Diversifikasi ini mencakup industri farmasi, kesehatan, pestisida nabati, dan berbagai produk turunan lainnya.
“Industri ini tidak hanya mengarah pada hasil tembakau sebagai bahan rokok. Semua komponen tanaman bisa digali potensinya. Ini peluang besar bagi industri berbasis inovasi,” ujarnya.
HIPMI mencatat bahwa tren produksi tembakau di Madura menunjukkan peningkatan signifikan sejak 2001. Hal ini menegaskan bahwa tembakau tetap menjadi komoditas unggulan yang diminati pasar. Kusyairi mencontohkan capaian Kabupaten Pamekasan pada 2025.
“Serapan tembakau di Pamekasan tahun 2025 mencapai kurang lebih 30.748 ton, melampaui target awal 29.200 ton. Setiap tahun terus meningkat,” jelasnya. Angka tersebut menunjukkan ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap tembakau yang sangat besar.
Kusyairi menggarisbawahi bahwa iklim usaha rokok dan pabrik pengolahan tembakau di Madura tumbuh pesat dalam lima tahun terakhir. Keberadaan pabrik-pabrik rokok rakyat mampu menyerap puluhan ribu ton tembakau setiap tahun dan membuka banyak lapangan kerja baru di desa-desa.
“Ini bukti bahwa ekosistem industri tembakau sangat hidup di Madura. KEK akan memperkuat dan mengarahkan pertumbuhan ini agar lebih terstruktur dan berkelanjutan,” katanya.
HIPMI Pamekasan menilai bahwa KEK Tembakau Madura akan menjadi payung besar untuk melindungi konsistensi produksi, stabilitas harga, dan keberlanjutan usaha petani serta industri lokal.
“Kami optimis KEK akan mampu menjaga ekosistem tembakau Madura. Petani dan pengusaha terlindungi, sementara industri bisa bertransformasi ke arah yang lebih modern,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Kusyairi berharap agar KEK yang kelak terbentuk tidak membuka peluang masuknya tembakau dari luar Madura. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi industri lokal yang sangat bergantung pada kualitas dan karakter tembakau Madura.
“HIPMI Pamekasan akan mengawal penuh realisasi KEK ini. Tembakau adalah anugerah bagi Madura, dan jika dimaksimalkan, hasil akhirnya pasti kembali kepada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Tidak ada komentar