x

KEK Tembakau Madura Perlu Jadi Agenda Bersama untuk Ekonomi Rakyat

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Okt 2025 14:08 157 Kamura

KAMURA.id — Tim Perumus Naskah Akademik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura dari Komunitas Muda Madura (KAMURA) melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Bupati Bangkalan Lukman Hakim, S.Ip., M.H. serta Wakil Bupati Bangkalan di Pendopo Agung Bangkalan, Senin, (20/10).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian dialog kebijakan yang digelar KAMURA untuk menghimpun pandangan dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Madura terhadap rencana besar menjadikan pulau ini sebagai pusat ekonomi berbasis tembakau.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif KAMURA yang dinilainya sebagai langkah strategis dan kolaboratif untuk membangun ekonomi rakyat Madura.

“Langkah KAMURA ini sangat bagus dan perlu mendapat atensi dari semua pihak. Tembakau adalah nadi ekonomi masyarakat Madura. Bahkan di Bangkalan, meskipun tidak sebesar di kabupaten lain, potensi ini sangat penting dan terus berkembang,” ujarnya.

Lukman menegaskan bahwa sektor tembakau tidak sekadar komoditas pertanian, melainkan telah menjadi sumber penghidupan yang memunculkan kreativitas ekonomi baru di tingkat akar rumput.

Ia mencontohkan, saat ini sedikitnya lima kecamatan di Bangkalan telah mengembangkan budidaya tembakau dengan hasil yang menjanjikan. “Sudah ada sekitar dua puluh pabrik rokok rakyat yang berdiri di Bangkalan, dan ini akan terus tumbuh. Mereka menyerap banyak tenaga kerja. Bahkan yang nganggur sekarang sudah bisa linting,” ucapnya dengan senyum.

Menurutnya, munculnya industri rokok rakyat merupakan bukti bahwa masyarakat Madura mampu mandiri dan menciptakan solusi ekonomi sendiri. “Negara seharusnya mendukung kreativitas ini, karena mereka membantu negara menyediakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi rakyat,” tambahnya.

 

Keadilan Ekonomi dan Peningkatan Daya Tawar Petani

Bupati Lukman juga menekankan pentingnya KEK Tembakau Madura sebagai upaya membangun keadilan ekonomi bagi petani dan pelaku industri kecil. Dengan adanya ekosistem tembakau yang kuat, posisi tawar petani terhadap korporasi besar akan meningkat.

“Kalau pemerintah pusat mendukung dan KEK ini terwujud, ekonomi Madura akan tumbuh pesat. Tembakau bisa menjadi penggerak utama jika negara memberikan ruang kebijakan yang berpihak,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa gagasan KAMURA penting karena melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Madura, dari petani hingga pengusaha lokal, untuk menyamakan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Perwakilan Tim Perumus Naskah Akademik KAMURA, Abdul Hamied, menjelaskan bahwa penyusunan naskah akademik ini bukan semata urusan ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya mengakui dan memperkuat kontribusi masyarakat Madura terhadap negara.

“Rata-rata pelaku usaha tembakau adalah bagian dari masyarakat Madura sendiri. Efek domino dari usaha mereka sangat nyata, termasuk di bidang pendidikan. Banyak infrastruktur pendidikan dibangun oleh mereka yang berhasil sebagai pengusaha tembakau,” kata Hamied.

Ia menambahkan, peran masyarakat dalam menyejahterakan dirinya sendiri sering kali tidak mendapat apresiasi yang layak. “Negara seharusnya berterima kasih kepada masyarakat Madura karena mereka telah membantu menjalankan fungsi negara: menyediakan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi, dan bahkan membiayai pendidikan anak-anak di daerahnya,” tegasnya.

KAMURA, lanjutnya, kini tengah menyelesaikan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura yang akan diajukan ke pemerintah pusat sebagai dasar ilmiah dan kebijakan dalam menetapkan Madura sebagai kawasan ekonomi khusus berbasis tembakau.

“Kami percaya, dengan KEK Tembakau, negara tidak hanya memberi pengakuan, tapi juga membuka jalan bagi kemandirian ekonomi rakyat Madura,” pungkas Hamied. (Red.)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x